+6281-128-6163 aliawisatajogja@gmail.com
tugu Batas tanah haram Makkah

Batas Tanah Haram Makkah

 

Alloh SWT telah mensucikan tanah suci haram Makkah sejak diciptakannya bumi sampai hari kiamat nanti, sebagaimana Dia mensucikan kota Makkah itu sendiri.

Menurut riwayat, Nabi Adam pernah berdoa kepada Alloh agar diselamatkan dari gangguan Iblis yang pernah mencelakakannya di surga. Doa beliau dikabulkan, lalu Alloh menurunkan para malaikat turun ke bumi untuk menjaga, mengelilingi dan memagari tanah tempat Nabi Adam dan anak keturunannya tinggal agar terhindari dari gangguan Iblis.  Tempat para malaikat berjaga itulah yang kemudian menjadi batas-batas Tanah Suci Haram Makkah.

Dikisahkan, malaikat Jibril memberitahu-kan kepada Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah Haram Makkah dan menyuruhnya untuk menandainya dengan menancapkan batu-batu. Hal ini dilaksanakan Nabi Ibrahim  maka pantaslah jika beliau dipandang sebagai orang yang pertama kali menandai batas-batas kawasan kota suci  Makkah, yakni batas yang memisahkan antara tanah suci (tanah haram) dengan lainnya.

Tugu haram-boundary

Tugu Batas Tanah Haram

Setelah Fat-hu Makkah (Pembebasan kota Makkah), Rosululloh SAW menugaskan Tamim bin Asad al-Khaza’iy untuk memperbaiki dan memperbaharui tanda-tanda batas tanah haram tersebut.

Kemudian diteruskan para khalifah sesudahnya, sehingga mencapai 943 buah tanda yang ditancapkan di atas gunung, bukit, lembah dan tempat-tempat tinggi lainnya.

Panjang Tanah Haram 127 km, dan luasnya kurang lebih 550 km persegi. Di dalam kawasan ini Alloh menjadikannya sebagai tempat kembali dan tempat bertemunya semua manusia (matsabah, ketika ber-hajji) dan tempat yang aman (amna).

Di kawasan ini dilarang melakukan kejahatan,  zhalim, membunuh, mencabut dan merusak tanamannya, berburu hewannya, mengambil /memindahkan tanah-batunya ke luar Tanah Haram, dan berbuat dosa besar lainnya.

Alloh berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

“Sungguh, orang-orang  yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih”. (QS Al-Hajj: 25)

Setelah peristiwa Fat-hu Makkah, orang kafir, musyrik, Yahudi dan Nasrani dilarang memasuki kawasan Tanah Haram. (QS At-Taubah,[9] : 28).

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis634, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam635 sesudah tahun ini636. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin637, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Tabel di bawah ini menjelaskan jarak antara Masjidil Haram dan daerah batas-batas tanah suci Makkah.

Tan’im

Nakhlah Adlat Laban Ji’rana Hudaibi-yah Bukit Arafah
7,5 km 13 km 16 km 22 km 22 km

22 km

 

Tulisan disadur dari : Achmad Suchaimi

 
Shares
Share This